Minggu, 02 Oktober 2022

 Kami turun tujuannya memang untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa Arema FC bisa kalah? Padahal selama 23 tahun sejarahnya Arema FC tidak pernah kalah melawan Perseb

Kamis, 17 Maret 2022

Di Balik Pesona Laskar Pelangi

        


Perpustakaan sekolah merupakan salah satu tempat siswa dan guru untuk membaca dan meminjam buku. Tak hanya itu saja, kita juga bisa belajar dan berdiskusi di sana. Berbicara mengenai perpustakaan sekolah, pastinya banyak jenis buku bisa kita temukan di sana. Biasanya buku-buku di perpustakan khususnya buku novel yang baik dan menarik itu pasti sering dibaca oleh kebanyakan siswa dan guru. Seperti kita ketahui bersama, novel merupakan salah satu jenis buku fiksi yang isinya menarik dan menghibur pembaca. 

         Beberapa novel populer bahkan ada yang difilmkan, salah satunya adalah novel laskar pelangi. Film Laskar Pelangi lahir dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata yang difilmkan oleh sutradara Riri Riza.  Laskar Pelangi merupakan novel perdana Andrea Hirata yang bercerita mengenai kehidupan 10 anak di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Mereka berasal dari keluarga miskin yang menempuh pendidikan di suatu sekolah yang penuh dengan keterbatasan. Namun, keterbatasan tidak membuat anak-anak putus asa, justru menjadi pendorong untuk melakukan hal yang lebih baik. Sekolah Muhammadiyah di desa tersebut terancam dibubarkan karena saat itu muridnya hanya berjumlah 9 anak. Saat kepala sekolah akan berpidato, datang seorang ibu mendaftarkan anaknya sehingga sekolah tetap eksis.

        Berawal dari sinilah cerita dimulai. Pertama-tama, pembagian tempat duduk di kelas. Lalu, anak-anak saling memperkenalkan diri. Masing-masing anak memiliki karakter dan tingkah yang khas. Mereka bernama Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani dan Harun. Mereka adalah Laskar Pelangi. Julukan tersebut diberikan oleh Bu Muslimah karena mereka menyukai pelangi. Nama Laskar Pelangi ini pernah membuat nama sekolahnya menjadi harum. Beberapa di antaranya adalah kejeniusan Lintang yang ingin mengalahkan seorang guru bernama Drs. Zulfikar dan akhirnya menang dalam lomba cerdas cermat. Kemudian, Mahar yang dipojokkan karena senang dengan okultisme ternyata berhasil memenangkan karnaval 17 Agustus. Laskar Pelangi selalu melewati hari-hari yang menyenangkan, menangis dan tertawa bersama-sama. Cerita persahabatan sepuluh anak Laskar Pelangi berakhir sedih. Ayah Lintang meninggal dunia sehingga membuat Einstein kecil itu harus mengalami putus sekolah. Kemudian, melangkah 12 tahun ke depan yang menceritakan Ikal pulang kampung usai berjuang di luar pulau. Kisah-kisah pada novel dikemas dengan indah sehingga membuat pembaca terharu. Secara emosi, mampu merasakan semangat yang membara dari tokoh Laskar Pelangi. 

        


Bagi saya pribadi, novel laskar pelangi memberikan kesan yang mendalam di hati saya. Terbukti meski sudah pernah membaca novel tersebut, saya tetap tidak bosan untuk membacanya kembali. Bagi yang penasaran dengan novel Laskar Pelangi, bisa datang ke perpustakaan SMK Tunas Bangsa Tawangsari. 


SMK Tunas Bangsa Tawangsari, 18 Maret 2022



Jumat, 11 Maret 2022

Serba-Serbi Pendidik dalam Membuat Soal

         Pekan depan, peserta didik SMK Tunas Bangsa Tawangsari akan melaksanakan PTS Genap Tahun Ajaran 2021/2022. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kelas XII akan mengikuti PTS genap. Karena sebelumnya kelas XII tidak mengikuti PTS melainkan pengayaan. Para guru pun dihimbau untuk membuat soal. Nah, disinilah kreativitas guru akan terlihat. Seperti yang kita ketahui, guru tidak boleh asal-asalan dalam membuat soal, melainkan ada kaidah-kaidah yang perlu  diperhatikan. Dengan menerapkan kaidah penulisan soal, maka akan diperoleh soal yang bermutu untuk dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran. Kaidah penulisan soal perlu dipahami guru yang akan menyusun instrumen penilaian. Dengan menerapkan kaidah penulisan soal, maka akan diperoleh soal yang bermutu untuk dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran. 

        



        Kaidah penulisan soal adalah pedoman atau petunjuk di dalam penulisan soal agar soal mampu menjaring informasi yang dibutuhkan dan dapat berfungsi secara maksimal. Karena PTS kali ini dilaksanakan menggunakan sistem CBT, maka bentuk soalnya berupa pilihan ganda. Soal pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang disediakan. Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pokok soal terdiri atas stimulus yang berupa kalimat/gambar/grafik dan pernyataan atau pertanyaan yang tidak lengkap. Sedangkan pilihan jawaban terdiri atas 1 (satu) kunci jawaban  dan jawaban pengecoh.Kelebihan soal pilihan ganda adalah dapat mengukur berbagai jenjang pengetahuan (kognitif). Selain itu, penskoran soal pilihan ganda dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan objektif. Bentuk soal pilihan ganda juga sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang bersifat massal. Sedangkan kelemahan dari soal pilihan ganda antara lain memerlukan waktu yang relatif lama, sulit membuat jawaban pengecoh yang homogen, dan terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban. Ruang lingkup soal pilihan ganda dapat mencakup bahan, materi, dan kompetensi dasar yang luas. Jenis soal ini tepat digunakan untuk tes atau ujian dengan jumlah peserta banyak.

    Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat soal pilihan ganda bisa menyangkut materi, Konstruksi dan bahasa. Sebelum membahas lebih jauh ketiga hal tersebut ada baiknya seorang guru membuat kisi-kisi soal. Kisi-kisi ini gunanya agar soal yang dibuat tidak keluar dari apa yang akan diukur. Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Contoh komponen identitas yang dimasukkan adalah jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, dan nomor soal. 

       Selain hal-hal di atas, dalam membuat soal pilihan ganda juga harus mengutamakan berpikir kritis atau yang biasa disebut dengan HOTS. Dari karakteristik soal HOTS, dapat disimpulkan bahwa soal HOTS lebih mengutamakan logika dan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan tipe soal LOTS. Pilihan kata yang digunakan pada tingkat HOTS berfokus pada analisis, membandingkan, menyimpulkan, menciptakan, mengombinasikan, dan merencanakan. 


SMK Tunas Bangsa Tawangsari, 11 Maret 2022



Minggu, 06 Maret 2022

 Kami turun tujuannya memang untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa Arema FC bisa kalah? Padahal selama 23 tahun sejarahn...