Pekan depan, peserta didik SMK Tunas Bangsa Tawangsari akan melaksanakan PTS Genap Tahun Ajaran 2021/2022. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kelas XII akan mengikuti PTS genap. Karena sebelumnya kelas XII tidak mengikuti PTS melainkan pengayaan. Para guru pun dihimbau untuk membuat soal. Nah, disinilah kreativitas guru akan terlihat. Seperti yang kita ketahui, guru tidak boleh asal-asalan dalam membuat soal, melainkan ada kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan. Dengan menerapkan kaidah penulisan soal, maka akan diperoleh soal yang bermutu untuk dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran. Kaidah penulisan soal perlu dipahami guru yang akan menyusun instrumen penilaian. Dengan menerapkan kaidah penulisan soal, maka akan diperoleh soal yang bermutu untuk dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran.

Kaidah penulisan soal adalah pedoman atau petunjuk di dalam penulisan soal agar soal mampu menjaring informasi yang dibutuhkan dan dapat berfungsi secara maksimal. Karena PTS kali ini dilaksanakan menggunakan sistem CBT, maka bentuk soalnya berupa pilihan ganda. Soal pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang disediakan. Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pokok soal terdiri atas stimulus yang berupa kalimat/gambar/grafik dan pernyataan atau pertanyaan yang tidak lengkap. Sedangkan pilihan jawaban terdiri atas 1 (satu) kunci jawaban dan jawaban pengecoh.Kelebihan soal pilihan ganda adalah dapat mengukur berbagai jenjang pengetahuan (kognitif). Selain itu, penskoran soal pilihan ganda dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan objektif. Bentuk soal pilihan ganda juga sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang bersifat massal. Sedangkan kelemahan dari soal pilihan ganda antara lain memerlukan waktu yang relatif lama, sulit membuat jawaban pengecoh yang homogen, dan terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban. Ruang lingkup soal pilihan ganda dapat mencakup bahan, materi, dan kompetensi dasar yang luas. Jenis soal ini tepat digunakan untuk tes atau ujian dengan jumlah peserta banyak.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat soal pilihan ganda bisa menyangkut materi, Konstruksi dan bahasa. Sebelum membahas lebih jauh ketiga hal tersebut ada baiknya seorang guru membuat kisi-kisi soal. Kisi-kisi ini gunanya agar soal yang dibuat tidak keluar dari apa yang akan diukur. Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Contoh komponen identitas yang dimasukkan adalah jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, dan nomor soal.
Selain hal-hal di atas, dalam membuat soal pilihan ganda juga harus mengutamakan berpikir kritis atau yang biasa disebut dengan HOTS. Dari karakteristik soal HOTS, dapat disimpulkan bahwa soal HOTS lebih mengutamakan logika dan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan tipe soal LOTS. Pilihan kata yang digunakan pada tingkat HOTS berfokus pada analisis, membandingkan, menyimpulkan, menciptakan, mengombinasikan, dan merencanakan.
SMK Tunas Bangsa Tawangsari, 11 Maret 2022